Bab 17

1013 Words

Jangan menunggu, jika hanya untuk menerima luka.   Eva mengerjabkan kedua matanya berkali-kali, menatap ke arah Sarah dan Lian bergantian. Keningnya mulai berkerut. Seakan kalimat Sarah tadi sulit sekali dia artikan. Lalu tak lama Eva tertawa geli. Tangannya menepuk-nepuk meja, mengekspresikan kelucuan dari kalimat Sarah. "Lo bercanda kan, Sar?" "Bercanda?" ulang Sarah. Dia melirik Lian yang berada di sampingnya. Suaminya itu juga turut bingung mengartikan kata bercanda atas apa yang Eva katakan. "Iya bercanda. Duh, mana tuh si Alham. Bisa-bisanya tuh orang ngerjain gue. Gue tahu, dari dulu gue yang paling gampang kalian bohongi. Sekarang jebakan apalagi yang lo buat?" tanya Eva masih dengan tawa yang sama. Namun ketika Eva melihat ekspresi keseriusan Lian, perempuan itu perlahan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD