Sesuatu yang pada awalnya kamu benci sepenuh hati, pada akhirnya akan kamu perjuangkan sampai mati. Perumahan BTN yang didatangi oleh Sarah nampak sepi dari luar. Sejenak dia agak ragu melangkah lebih jauh, akan tetapi karena telah terlanjur berjanji mau tidak mau dirinya harus menepati. Untuk itulah setelah mengumpulkan segenap keberanian, dirinya harus bisa bersikap baik. Layaknya para menantu yang bermulut manis di luaran sana. Sedikit merapikan rambutnya, Sarah memoleskan kembali lipstik merah pada bibirnya yang pucat. Kondisi tubuhnya sudah begitu lelah sepulang bekerja, lalu sekarang dia harus menyiapkan hatinya lagi untuk bertemu dengan sang Ibu mertua. "Assalamu'alaikum," salam Sarah ketika tiba di pintu depan. Seorang perempuan paruh baya datang menghampiri Sarah. Dari

