Bab 20

1278 Words

Apapun yang terjadi kini, aku tetap bersyukur. Walaupun aku hanya bisa di sisinya tanpa bisa memiliki hatinya.   "Yan .... " panggil Sarah ketika dia membuka pintu kamarnya. Kedua manik matanya melebar besar ketika melihat apa yang sedang Lian lakukan. Suaminya itu tengah duduk di kursi meja riasnya sambil membuka laptop miliknya yang menampilkan foto mesra dirinya dengan Alham pada masa lalu. "Eh, udah sampai kamu." ucap Lian nampak tenang. "Ini pacar kamu itu ya? Tapi kan kamu bilangnya nggak punya pacar. Terus dia siapa?" tunjuk Lian dengan ekspresi polos ke arah laptop tersebut. “Tunggu deh, biar aku tebak, pasti orang yang nggak bisa kamu lupain kan? Ngaku? Nggak papa kok. Aku sih berharapnya dia bisa memberikan banyak kebaikan untukmu. Karena aku nggak mau aja, semua hal yang n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD