Jadilah wanita salihah, apabila melihat wajahnya pikiran jernih sejernih air telaga, tutur katanya meneduhkan seumpama nyanyian alam ciptaan Maha Pencipta, juga sentuhannya menggerakkan orang lain dalam kebaikan. *** Selama perjalanan, Aisya tidak berhenti merasa bersalah kepada Haris. Beberapa hari lalu, Haris selalu menghubunginya melalui Aminah, tetapi ia menolak. Ia menghindari sang Papa dengan tujuan supaya Haris merasa bersalah telah memasukkannya ke pesantren. Aisya marah pada Haris dalam tempo lama. Lubuk hati gadis itu mengatakan rindu, namun egonya menutupi hingga rasa benci itu hadir. Betapa durhakanya ia karena telah membenci lelaki yang selama ini mengorbankan keringatnya untuk menghidupi keluarga. Pak Ilham mengendarai mobil dengan tenang. Bekerja di keluarga Haris s

