Empat Tahun Berlalu

619 Words

Waktu terus berlalu. Perihal jodoh, aku tak menentu. Yang kutahu, jika Allah cinta, makhluk-Nya pun akan cinta.   ***   Mataharinya masih sama, tempatnya pun masih di muka bumi, namun suhu udara tempat Aisya kini berbeda dari tempatnya dulu menuntut ilmu agama. Di pesantrennya dulu, suhu udara cukup panas, bahkan tengah malam pun rasanya bisa seperti siang bolong. Aisya tersenyum ketika berpapasan dengan salah satu pengurus bagian keamanan. "Assalamualaikum, Ustazah," sapa gadis tadi. Aisya tersenyum ramah. "Waalaikumsalam." Ya, empat tahun telah ia lewati untuk menimba berbagai ilmu agama di pesantren yang letaknya di daerah terpencil. Ilmu itulah yang lebih penting untuk kehidupan sehari-hari dan bekal di akhirat. Bayangkan saja, jika seseorang tidak memiliki ilmu, ia buta akan p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD