EPILOG “Luca! Eve!” Suara teriakan tertahan yang hampir bebarengan dari kedua pengasuh anak kembarnya membuat Sherine yang sedang sibuk di ruang menjahit di rumah mewah mereka, terkejut dan mengangkat wajah. Matanya memandang gemas saat melihat kedua buah hatinya masuk ke ruang menjahit dan berjalan tertatih-tatih menghampirinya. Kedua pengasuhnya, wanita di awal tiga puluhan, yang berdiri di dekat pintu, menunjukkan raut wajah merasa bersalah. “Tidak apa-apa,” kata Sherine dan seketika melihat kelegaan di wajah keduanya. Sherine berjongkok dan memeluk kedua buah hatinya. Sekitar dua tahun yang lalu ia melahirkan bayi kembar dua, laki-laki dan perempuan. Nicholas sangat bersukacita, begitu juga Sherine. bahkan Sean langsung terbang ke Batam begitu mendengar Sherine melahirkan. “Wa
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


