27

1539 Words

27 Nicholas melangkah keluar dari rumahnya, berniat mengunjungi Sherine di rumah paman istrinya itu. Ia bertekad akan menyatakan perasaannya pada Sherine malam ini. Berharap keberanian yang sudah ia kumpul dan kata-kata yang ia hafal, tidak menguap saat bertemu Sherine nanti. Sepertinya hanya itulah satu-satunya cara agar Sherine kembali padanya. Sebuah taksi yang berhenti di depan pintu pagar rumahnya membuat Nicholas mengerut kening. Dan kerutan di keningnya semakin dalam saat melihat sosok yang memenuhi benaknya setiap detiknya itu, melangkah masuk saat pintu pagar terbuka. Sherine, tampat cantik dengan pakaian santainya, celana selutut dipadu dengan kaus oblong yang tampak kebesaran. Rambut panjangnya dikuncir kuda. Wajah cantiknya sama sekali tidak dipoles makeup, memperlihatkan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD