ZOEY Aku jalan sempoyongan ke apartemen, agak mabuk setelah minum beberapa shot. Tidak terlalu banyak tapi cukup untuk membuatku lebih rileks dari stress. Rayden sudah pergi untuk perjalanan bisnisnya. Setelah check up ku, dia memintaku untuk tetap di apartemen dan menunggunya pulang. Bayangkan betapa terkejutnya aku begitu sampai di apartemen, dia sudah duduk di sofa sambil menatapku dengan dingin. Aku bingung harus bagaimana. Kupikir dia baru kembali besok. "Rayden?" aku memanggil namanya, panggilku, ragu-ragu, bingung bagaimana menghadapi situasi ini. “Dari mana kamu?” tanyanya dingin. "Eum... aku hanya bertemu dengan Claire," jawabku, berusaha mencari alasan yang masuk akal. "Aku pikir kamu masih belum baikan? Zoey, kenapa kamu susah dikasih tahu kalau kamu belum boleh pergi s

