ZOEY “Setrika bajuku sebelum tidur!” perintah Rayden saat aku masuk ke kamar. Dia meletakkan pakaiannya di keranjang cucian. Anehnya, bajunya sudah terlipat rapi. Jelas sekali dia sedang marah padaku. “Sudah malam, Rayden. Kamu punya banyak waktu besok! Bukankah kamu sudah taruh itu di laundry?” balasku dengan kesal. “Itu hukumanmu karena tidak bilang kalau pergi keluar!” bentaknya. Aku hanya bisa menghela napas dan mengangkat keranjang cucian berisi pakaiannya. Aku tak tahu kenapa dia selalu marah padaku. Kurasa aku tak pernah melakukan kesalahan apa pun padanya. Kadang dia baik padaku, tapi lebih sering marah. Aku hanya mencoba memahaminya, mungkin memang begitu sifatnya. Atau mungkin dia lelah karena pekerjaan, atau lelah melihat bayangannya sendiri di cermin. Aku selesai menyetr

