RAYDEN Shiela dan aku, di temani oleh bibi Jean, menghabiskan dua hari di pulau. Selama itu aku selalu memasak hidangan kesukaannya. Namun, pada hari kedua aku menyaksikan dia menderita, meringis kesakitan sambil memegangi dadanya. Untungnya, Shiela membawa obat pereda nyeri yang membantu meredakan rasa sakitnya. Rasanya begitu menyakitkan melihat perempuan yang kucintai harus melalui penderitaan seperti itu. Di hari ketiga, Shiela berniat kembali ke Kota Holland agar bisa menemui dokternya untuk pemeriksaan rutin. Setibanya di Belanda, bukannya kembali ke hotel tempat Bibi Myrna menginap, kami memutuskan untuk sarapan di mal. Kebetulan, saat kami masuk ke salah satu restoran di FGM Company, aku melihat mama dan Zoey sedang duduk di sana menikmati makanan mereka. Mama tidak sengaja mel

