Aluna Jatuh, Nathan Menjauh

1230 Words

Pagi itu… Aluna bangun dengan perasaan kosong. Bukan karena tidak ada yang terjadi. Justru karena terlalu banyak yang terjadi semalam. Pelukan itu. Tatapan itu. Hampir ciuman itu. Dan kemudian.... “Ini hanya kontrak.” Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Kenapa aku yang bilang itu…” bisiknya pelan. Padahal… bagian dari dirinya ingin mengatakan hal sebaliknya. --- Aluna turun ke ruang makan lebih awal. Ia berharap tidak bertemu Nathan. Atau mungkin… justru berharap bertemu. Ia sendiri tidak tahu. Namun saat sampai, Nathan sudah ada di sana. Duduk rapi. Tenang. Membaca tablet. Seolah semalam tidak pernah terjadi apa-apa. Hatinya langsung turun. “Nathan…” “Hm.” Tidak menoleh. Tidak melihatnya. Tidak ada perubahan nada. Aluna duduk perlahan. Jarak mereka jauh lag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD