Teh herbal

1150 Words

Esoknya Rose bangun terkejut. Ia tidak ingat tentang kejadian semalam dan kepalanya sedikit pusing. Sinar matahari yang masih membias melalui kaca jendela tepat di bagian sisi kanannya, membuatnya terpaksa memicingkan mata. “Anggun ...,” panggil Rose lirih. Ia masih terasa jika ada di rumah. Namun beberapa saat kemudian baru ingat jika sekarang masih ada di villa milik Daniel. Rose merasa selimut menyentuh kulitnya tanpa pembatas. Permukaan selimut yang lembut menyentuh kulit perutnya. Ia segera membuka sedikit selimut lebar warna cokelat tua yang menutupi tubuh hingga bagian dadanya. Sepasang netranya membulat. “Astaga, aku hanya mengenakan pakaian dalam,” pekiknya lirih. Ia segera mengambil blush dan celana jeans-nya yang terlipat rapi di ujung ranjang. “Apa yang terjadi semalam?” tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD