“Aku sudah mendapatkannya ngomong – ngomong.” Ucap pria itu dengan enteng, membuat Amanda tersentak. Gadis itu membulatkan matanya, menatap Daniel tak percaya. “A-apa?” “Aku sudah mendapatkan izin dari orang tuamu sayang.” Ulang Daniel lagi, lalu terkekeh gemas melihat ekspresi shock Amanda. “Bagaimana bisa?” tanya Amanda lagi, meskipun masih diambang rasa terkejutnya. “Tentu saja bisa, aku diam – diam menghubungi orang tuamu ketika kau secara tiba – tiba berkata ingin mengakhiri hubungan kita hari itu. Bukankah aku sudah berkata akan mendapatkanmu meskipun harus melakukan cara terlicik sekalipun?” Amanda memiringkan kepalanya, menatap Daniel dengan heran. “Jadi setelah aku mengatakannya ditaman belakang itu… kau… justru mengabari orang tuaku untuk meminta restu darinya begitu?” gadis

