Part 24

871 Words

Tepat 40 menit kemudian, Daniel sampai didepan gedung perusahaan tempat Christian berada. Pria itu melangkah mantap menuju pintu masuk utama perusahaan itu, kemudian berjalan kearah meja resepsionis yang tengah menatapnya terpana. “Apa Tuan Christian ada ditempat?” tanya Daniel tanpa basa – basi, mengabaikan perempuan didepannya yang tengah terpesona oleh ketampanannya. Hey, memiliki Amanda saja sudah lebih dari cukup untuk membahagiakannya seumur hidup, untuk apa melirik wanita lain yang jelas berada dibawah gadis seindah Amanda? “Maaf? Apa kau mendengarku?” ucap Daniel menyadarkan perempuan itu dari keterpesonaannya pada kharisma yang dimiliki pria tampan didepannya. “Ah, maaf. Ada yang bisa saya bantu Tuan?” sapanya sok ramah, membuat Daniel memutarkan bola matanya malas. Sungguh, i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD