Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit menggunakan taxi yang diberhentikannya didepan gedung apartement, akhirnya Amanda tiba disalah satu rumah sakit besar dikota ini. Gadis itu berlari secepat yang ia bisa hingga sesekali menabrak bahu orang yang berpapasan dengannya. Matanya mengedar cepat, mencari ruangan dimana tempat Daniel berada sesuai apa yang diinformasikan oleh seseorang yang sempat menghubunginya menggunakan ponsel Daniel. Lalu netra indah itu membulat kala melihat ruangan dengan pintu bertuliskan ’26 A’. itu ruangan yang dicarinya. Tanpa membuang waktu Amanda beranjak melangkahkan kakinya menghampiri ruangan tersebut, kemudian membuka pintunya segera. Gadis itu terperangah, melihat keadaan Daniel yang penuh dengan lebam, nampak babak belur di hampir seluruh sisi wajahny

