Kama ingin punya kampung

1382 Words

"Hidup kamu pasti lebih berat ya di sana, ibu kasihan sekali sama kamu, Nduk," kata Bu Rahmi dengan begitu lembut sambil mengelus kepala Jihan yang duduk di lantai ruang keluarga rumah mewah sang ibu mertua, sementara wanita yang sudah melahirkan suaminya itu duduk di atas sofa dan saat ini Jihan menaruh kepalanya di atas lutut sang ibu mertua dengan begitu manja. "Enggak apa-apa Bu, itu udah resiko yang harus aku tanggung, semuanya adalah konsekuensi yang harus aku jalani karena aku sudah mengambil keputusan untuk mengikuti rasa cintaku pada Mas Ibram. hidupku memang berat sebagai istri kedua tapi hatiku pasti akan jauh merasa lebih sakit jika aku mengambil keputusan untuk meninggalkan Mas Ibram waktu itu karena aku sangat mencintai Mas Ibram, Bu," jawab Jihan dengan begitu lembut wanit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD