"Duh, kita telat nih Sayang, karena tadi macet sih," kata Niswa ketika ia berjalan sambil menggandeng tangan Sang putra bandara untuk menjemput Ibram. "Terus Ayah di mana? kalau Ayah udah pulang naik taksi gimana Bunda?" tanya Kama pada sang ibu yang berjalan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Di mana keberadaan sang suami. "Nggak mungkin lah Sayang, Ayah pasti nungguin kita kan Ayah udah tahu kita mau jemput. Bunda telepon deh tanya ayah ada di sebelah mana," kata Niswa, wanita itu melepaskan gandengan tangannya dari Kama untuk mengambil ponselnya yang ada di dalam tas tapi bocah itu langsung berlari menjauhinya. "Itu Ayah, Bunda! Ayah sama tante Jihan dan Kalila juga!" Niswa menghela napas cepat karena Kama berlari untuk mendekati sang ayah, Niswa langsung melangkah mengik

