"Mas itu bukannya Mas Ibram?" kata Febi pada sang suami yang tengah mengendarai mobilnya, wanita itu memastikan jika dirinya memang tidak salah melihat, Tomi yang sedang menghentikan mobilnya karena lampu merah langsung ikut menatap ke mana jari telunjuk Febi mengarah. "Iya, beneran itu Mas Ibram," kata Tomi membenarkan, laki-laki itu menatap Ibram yang duduk di kursi taman. Laki-laki itu benar-benar terlihat seperti seorang gelandangan duduk melamun sambil mendongakkan kepalanya menatap langit yang sudah mulai menggelap karena mendung yang bergelayut seakan sudah begitu siap menurunkan hujan. "Kita temuin yuk, siapa tau dia butuh bantuan kita buat psikiater atau ke dokter," kata Febi, sang suami lalu mencari tempat di mana dia bisa memarkirkan mobilnya Setelah lampu merah menyala.

