Enam Belas

852 Words

Arsen menatap wanita di depannya dengan mata memicing. Jujur saja, melihat wanita yang notabenenya adalah ibu dari Mio ini membuat perasaannya dilema. Di satu sisi, seharusnya ia senang kalau Mio telah menemukan ibu kandungnya—dulu Arsen sangat ingin Mio menemukan ibunya, agar Mio tak merecoki keharmonisannya dengan mamanya dulu—namun, di satu sisi pula ia tak ingin Mio meninggalkannya sekarang. Dirinya telah terlalu nyaman dengan kehadiran Mio. Saat ini Mio-lah sumber kebahagiannya, Mio satu-satunya miliknya yang masih tersisa. Ia tak mau Mio harus direnggut pula oleh orang lain. Ia tak rela. "Jadi ... kamu yang sudah merawat Mio selama ini?" tanya wanita itu lembut. Sejujurnya Arsen bingung, mengapa Mio terlihat ketakutan dengan ibunya yang tak kalah lembut dari mamanya? Apakah ada hal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD