Akhtar menatap minat pada Nala yang masih memejamkan mata, senyum gemas terpatri pada bibir tipisnya mengingat kegiatannya dan Nala semalam, keduanya saling menyatu intim. Nala sama sekali menolak ia yang akan menyentuhnya sebenarnya Akhtar juga tak memaksa Nala untuk segera melakukan kewajibannya sebagai istri. Akhtar menyentuh halus pipi berisi Nala dengan sayang. Akhtar masih bertahan di posisinya memandangi istrinya yang masih bergelung dengan selimutnya itu. Dengan badan yang masih basah dengan tetesan air Akhtar mencium kening Nala, istri yang tak pernah Akhtar bayangkan dan itu semua demi sang putri tanpa tahu Akhtar juga sangat membutuhkan Nala di sampingnya setelah pernikahan mereka, mereka lalui beberapa minggu ini dan sebentar lagi akan genap sebulan. Akhtar mengambilkan gaun

