Srak … srak …
“Ini … lihat lah apa yang diucapkan oleh Ibu dari Matt yang tertera di dalam artikel itu, Erik!” ucap Sebastian kepada Erik yang kini mengerutkan dahinya dan kemudian membaca kutipan tersebut dan kemudian berkata,
“Have you any Sheep?? apakah ini sebuah kebetulan?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu, membuat Dokter Sebastian kini menggelengkan kepalanya menanggapi hal itu dan kemudian berkata,
“Kita harus mencari tahu apa arti dari lagu itu, dan apa hubungannya dengan ini semua, Erik!” ucap Sebastian kepada Erik yang kini menganggukkan kepalanya dan dirinya pun segera beranjak dari kursi untuk kemudian berkata,
“Kalau begitu, Ayo! Kita pergi ke perpustakaan atau komputer Center, agar setidaknya kita mudah mencari artian dari lagu tersebut!” ajak Erik kepada Dokter Sebastian yang kini menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, dan keduanya pun pergi dari cafe menuju komputer center yang ada di pusat kota.
…
Tak … tak … tak …
Sebastian berusaha untuk mencari artian dari lagu have you any Sheep yang ternyata ia tidak menemukan banyak ke janggalan di dalam lirik lagunya, yang tentu saja membuat Sebastian merasa kebingungan karena hal itu.
“Ini aneh … tak ada arti yang cukup bermakna selain jenis dari sheep yang diinginkan oleh Justin yang kala itu bertanya bukan?!” ucap Sebastian kepada Erik yang kala itu masih asyik sendiri membuka-buka dan membaca buku catatan yang di tuliskan oleh Ingrid di sana, yang kemudian membuat Sebastian pun hanya bisa menghembuskan napasya dan kembali mencari arti dan maksud dari lagu tersebut.
‘... recently the rhyme has been alleged to have a connection to the slave trade, particularly in the southern United States…’
Selain dari pendapat yang satu ini, sebuah artikel lainnya mengatakan jika lagu tersebut dikaitkan dengan biaya dari pajak hewan ternak pada abad pertengahan yang terasa berat, yang membuat mereka dengan terpaksa harus memelihara sheep berwarna hitam dan tidak mencolok dan lagi selain hal itu, domba hitam dikenal sebagai sebuah lambang kesialan karena bulu-bulu mereka tidak dapat diwarnai seperti warna lainya, sehingga kurang menguntungkan bagi para peternak kambing pada zaman itu, sehingga banyak sekali yang menawarkan sheep kepada para pendatang.
“Ck! Aku tidak melihat adanya hal yang aneh di dalam artikel-artikel yang menjelaskan tentang artian dari ba ba black sheep ini, Erik!” ucap Sebastian mendecih, sedangkan Erik kini menggelengkan kepalanya untuk kemudian berkata,
“Aku rasa bukan arti dari sebuah lirik yang seharusnya kita cari saat ini, Sebastian!” ucap Erik kepada sang dokter yang kini mengerutkan dahinya untuk kemudian menoleh menatap Erik yang kini menoleh menatapnya dengan wajah yang memucat karena kaget, yang tentu saja membuat dahi Sebastian kini mengerut melihatnya,
“Apa maksudmu?” tanya Sebastian, dan membuat Erik kini memperlihatkan salah satu lembaran dari catatan kecil milik Ingird yang di sana tergambar sebuah kepala kambing hitam dengan tinta merah di atasnya yang bertuliskan Have you any Sheep, yang tentu saja membuat dahi Sebastian kini mengerut dan membuatnya kini mulai mencari arti dari gambar tersebut.
Ia hanya cukup memasukkan kata, ‘arti dari lambang kepala kambing’ dan selanjutnya muncul sebuah artikel yang berjudul ‘Lambang Satanisme Tradisional’ yang kemudian membuat Sebastian kini terkejut membaca hal tersebut.
“Kenapa itu menjurus ke sini, Erik?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Sebastian pada saat itu, membuat Erik kini menggelengkan kepalanya menanggapi hal itu,
“Aku rasa Sheep yang di maksud bukan lah domba … melainkan kambing!” jelas Erik, dan karena mereka merasa bahwa ada yang tidak beres dari itu semua, membuat mereka pun memutuskan untuk menghentikan pencarian mereka mengenai Have you any sheep.
…
“Aku akan pulang, apakah kau ingin membawa catatan dan kotaknya bersama denganmu, Sebastian?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu, membuat Sebastian kini menggelengkan kepalanya untuk kemudian berkata,
“Aku tidak bisa membawanya, Erik … aku akan berjaga malam ini, jadi aku pikir akan lebih baik jika kau yang membawanya bersamamu!” jelas Sebastian dan membuat Erik kembali terkekeh ketika menyadari bahwa sang dokter pasti ketakutan saat itu.
Itu lah yang pada akhirnya membuat Erik kini mengangguk dan berkata,
“Baik lah … aku akan membawa ini ke rumahku, kau boleh bernapas lega untuk saat ini, biarkan aku yang mencari tahu sisa kasusnya!” jelas Erik kepada Sebastian yang kini mendecih dan kemudian berkata,
“Tidakkah sebaiknya kita menyerahkan kasus ini kepada pihak polisi, Erik?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Sebastian pada saat itu, membuat Erik kini terkekeh dan kemudian berkata,
“Ketahui lah Sebastian, mereka tidak akan banyak menanggapi kita!” ucap Erik, dan itu pun di beri anggukan setuju oleh Sebastian, sebelum akhirnya keduanya pun pergi menggunakan masing-masing kendaraan mereka.
…
Siang itu, Erik yang memang tidak memiliki jadwal untuk bersiaga di kantor pemadam pun kini hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah.bersantai dengan menyeruput kopi americano yang diracik olehnya sendiri, ia terduduk seraya melihat-lihat kembali artikel-artikel dan juga beberapa datanyang diberikan oleh Dokter Sebastian mengenai DNA yang ditemukan di dalam masing-masing boneka tersebut, yang membuat dirinya masih merasa penasaran setengah mati saat itu.
“Aku harus benar-benar mencari apa yang tersembunyi di dalam pesan ini?? kenapa Ingrid melakukan hal itu?” itu lah yang ada di dalam kepala dari Erik yang kini pun menggumamkannya dengan cukup keras.
Srakk!!
“Baik lah … mari kita cari secara Detail!” ucap Erik yang kini segera mengeluarkan ponsel miliknya dan kemudian menghubungi seseorang yang berada jauh di sana.
“Halo, Gale! Apakah kau masih ada di kantormu?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu pun membuat dirinya kembali mengangguk dan berucap,
“Ah, tidak … aku hanya sedang mencari seseorang dan membutuhkan bantuanmu … bisakkah aku mencarikanku di dalam data kepolisian di kantormu??” tanya Erik lagi yang kemudian membuatnya tersenyum seraya mengerutkan dahinya dna kembali berucap,
“Apakah data itu tersambung dnegan data pusat??” tanya Erik dan kemudian membuat Erik kembali menggelengkan kepalanya seraya berkata,
“Tidak … hanya saja, Dua anak ini berasal dari luar kota!” jelas Erik, dan kemudian Erik pun meraih dua hasil DNA tersebut yang kemudian berkata,
“Yang pertama bernama Matt Edward Brown!” ucap Erik, dan membuat dirinya kembali mengangguk,
“Yeah Brown not Brow! Ok … yang kedua adalah Jon Olsen!” jelas Erik lagi, dan kemudian membuat dirinya mengangguk kemudian menggelenkan kepala ketika mendengar ucapan dari Gale temannya.
“Tidak … tidak … kedua anak ini hilang sejak lama! Dan aku hanya ingin mengetahui di mana mereka terakhir kali berada!” ucap Erik kepada Gale, yang kemudian membuat Erik pun mengangguk dan kembali berucap,
“Yeah … aku akan menunggunya, thanks a lot, Gale!” ucap Erik kepada temannya yang bekerja sebagai seorang polisi, dan membuat Erik kini menghembuskan napasnya untuk kemudian meletakkan ponselnya di atas meja sebelum akhirnya ia bersandar di sofanya yang empuk. Ia terdiam untuk beberapa saat dan tidak sampai lima menit dirinya pun mendapatkan notifikasi pesan, yang membuat Erik segera meraih ponselnya dan kemudian membaca pesan yang diterima olehnya pada saat itu.
“...” Erik hanya mampu terdiam terkejut ketika membaca isi dari pesan tersebut.
‘Erik, aku mendapatkan lokasi terakhir mereka berada dan ini mengejutkanku, karena Matt dan juga Jack menghilang di Desa yang sama, yaitu Fareham!’
Setidaknya itu lah isi pesan yang diberikan oleh Gale teman dari Erik, yang tentu sangat mengejutkan Erik. Karena ia tahu jika Desa Fareham merupakan tempat di mana Ingrid berkunjung sebelum ia mendapatkan ketakutan akibat cerita mengenai anak yang menghilang di hutan terlarang itu. Yang membuat Erik pun segera menghubungi Dokter Sebastian untuk menceritakan semua hal yang di terimanya perihal lokasi menghilangnya Matt Edward Brown dan juga Jack Olsen. Namun, karena Erik mengingat jika Dokter Sebastian pasti memiliki banyak pasien yang harus ia tangani, atau seperti itu lah yang setidaknya hal yang diucapkan oleh Dokter Sebastian kepada dirinya, membuat Erik pun tidak menghubunginya melainkan mengirim sebuah pesan kepada sang Dokter.
‘Sebastian! Aku mendapatkan informasi mengenai lokasi menghilangnya Matt dan juga Jack, yang membuatku kini mencurigai satu wilayah tersebut, karena Ingrid pun pernah mengunjungi desa itu sebelumnya. Dan karena aku rasa kita tidak memiliki banyak waktu, karena lusa aku harus bertugas, maka malam ini aku akan pergi ke desa itu!’
Itu lah pesan yang di ketikan oleh Erik kepada Dokter Sebastian, sebelum akhirnya ia pun menekan tombol kirim dan segera bersiap untuk pergi ke desa Fareham.
Erik baru saja beranjak dari duduknya, dan detik kemudian pandangannya kini tertuju ke handphone miliknya yang kini bergetar, yang ternyata panggilan masuk dari Dokter Sebastian, yang membuat Erik pun meraih handphone itu untuk kemudian menyambungkan telepon tersebut.
“Sebastian!” panggil Erik, yang kemudian dirinya segera saja menerima sebuah pertanyaan yang terdengar cukup khawatir dari sang Dokter yang kini berkata,
“Kau yakin akan pergi ke sana sendirian?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Dokter Sebastian pada saat itu, membuat Erik kini mengerutkan dahinya dan kemudian berkata,
“Huh?! kenapa aku harus ragu?” tanya Erik kepada Sebastian, yang kini menghembuskan napasnya dan kemudian berucap,
“Tidakkah kau seharusnya berpikir dulu sebelum bertindak? Apakah kau tidak merasa cemas setelah mengetahui artian dari Have you any sheep yang mereka maksud saat itu?!” tanya Dokter Sebastian lagi kepada Erik yang kemudian membuatnya kini tertawa mendengar kekhawatiran dari Dokter tersebut.
“Hei! Berapa umurmu, huh?! kau sudah memiliki anak kan?? kau juga sudah menikah bukan?! mana bisa kau takut hanya karena nyanyian anak kecil dan juga catatan diary yang cukup mencurigakan itu, Sebastian?” ucap Erik seolah mengejek Sebastian,bahkan Erik kini berjalan menuju kamarnya untuk benar-benar bersiap pergi ke Desa tersebut.
“.… Tidak … aku tidak takut, namun aku merasa jika kita tidak perlu pergi sampai sejauh itu, Erik!” jelas Sebastian kepada Erik, yang membuat Erik kini terkekeh mendengarnya dan berkata,
“Ya … kau tidak perlu datang, biarkan aku yang mencari semuanya… kau hanya menganalisis saja, ok! Serahkan semua lapangan kepadaku!” ucap Erik seolah dirinya bisa di andalkan saat itu, meski pun Sebastian kini terdengar menghembuskan napasnya dan berkata,
“Bukan seperti itu yang aku maksud, Erik!” sambung Sebastian, namun Erik kini tersenyum dan berkata,
“That’s Ok … serahkan semuanya kepadaku, Sebastian .. tunggu lah di sana, dan aku akan pulang membawa data atau bukti kuat untuk memecahkan kasus ini, ok!” Sela Erik kepada Sebastian, yang kemudian membuat Erik pun segera menutup sambungan mereka, dan membiarkan Sebastian mendapatkan banyak waktunya saat itu.
Lain halnya dengan Erik, Sebastian justru merasa khawatir. Ia memang tidak begitu niat dalam memecahkan kasus pelaporan palsu itu, ia hanya merasa penasaran, namun ia juga tidak pernah menyangka jika kapten pemadam kebakaran Kota Bafehood dengan nomor Tim 810 itu akan se-nekat dan se-niat itu. Yang membuatnya kini hanya bisa mendecih dan mengedikkan kepalanya seraya bergumam,
“Apakah cita-cita dia dulunya ingin menjadi seorang detective hingga bertindak sejauh ini?!” itu lah yang di gumamkan oleh Dokter Sebastian untuk Erik. Namun, karena ia juga tidak bisa menghentikan kegigihan dari Erik, membuat Sebastian hanya bisa mengikuti dan mendiamkan saja apa yang di lakukan oleh Erik, selama itu tidak membahayakan nyawa dirinya dan orang lain.
…
To be Continue.