Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Perlahan Robinson masuk ke dalam ruang IGD untuk melihat keadaan Amira. Amira masih tertidur dengan tangan yang tertusuk jarum infus. "Nak, bangun. Ini papah!" Ucap Robinson dengan menggenggam tangan Amira. Tak lama, jari jemari Amira bergerak. Matanya mengerjap cahaya yang masuk ke dalam netranya. "Pah…" ucap Amira dengan suara sedikit serak. "Amira, kamu sudah siuman sayang!" Robinson mengusap pucuk kepala Amira dengan lembut. "Amira dimana pah?" "Kamu di rumah sakit sayang!" "Amira kenapa?" Ucap Amira, seraya dirinya hendak bangun. "Amira, jangan banyak bergerak dulu ya. Kamu baru saja sadar!" "Amira kenapa pah? Kok Amira di bawa ke rumah sakit?" "Kamu tadi pingsan sayang, makanya papah bawa ke rumah sakit." "Janin aku gimana pah keada

