Dua baris di belakang, Adi memperhatikan tindak tanduk Denis dengan jengkel. Di matanya, Denis bagaikan serigala lapar yang siap melahap Sam yang t***l hidup-hidup. Cowok macam apa yang tidak tahu malu merayu mantan pacarnya sementara ia punya pacar? Cowok macam apa yang tega meninggalkan pacarnya demi wanita lain? Cowok b******k. Pada dasarnya cowok memang b******k. Cowok mana yang tidak menginginkan cewek menarik disodorkan ke hadapannya? Tapi masalahnya bukan itu. Cowok... bisa menolak kalau memang perlu. Cowok bisa menahan godaan kalau ia benar-benar mencintai seseorang...
Dan... Itulah satu hal yang tidak pernah dilakukan Denis... pada Sam...
Beberapa menit sebelum fim berakhir, Adi menyelinap keluar. Ia sama sekali tidak bisa menonton. Matanya sibuk memelototi adegan yang dilakukan Denis dan Sam. Sial. Jangan sampai Denis memergokinya ada di sana. Alamat sandiwara kemarin bubar. Ia tersenyum sinis. Bisa-bisanya ia masih peduli dengan sandiwara konyol itu, sementara Sam bahkan mungkin sudah lupa. Ingin rasanya, Adi berlari ke hadapan mereka dan membongkar rahasia kecilnya di hadapan Denis. Tidak, ia tidak akan melakukan itu. Sam sudah berbaik hati padanya. Adi menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Dasar cewek b**o!!” umpatnya keras-keras.
Sisa malam minggu itu dihabiskan Adi dengan menyewa beberapa vcd dan menontonnya di laptop kesayangannya di dalam kamar. Sejak keluar dari bioskop moodnya langsung jelek. Fifi belum pulang. Biasanya ia memang menghabiskan waktu lama bersama pacarnya. Hubungan mereka cukup serius. Mungkin sebentar lagi akan muncul undangan pernikahan.
Sekitar pukul delapan malam, Sam sampai di rumah. Wajahnya tampak sumringah. Sambil bersenandung ia masuk rumah.
Adi keluar melongok dari pintu kamarnya yang terbuka lebar.
“Abis dari mana?” tanya Adi sambil menguap.
“Dari mal,” sahut Sam singkat.
“Sama siapa?” tanya Adi lagi, mengklik pause vcd yang sedang ditontonnya, lalu keluar kamar.
“Nggak sama siapa-siapa,” sahut Sam sambil membuka kulkas dan mengambil beberapa es batu untuk dimasukkan ke dalam gelas.
“Oh ya? Kebetulan tadi gue ke mal TA. Nonton bioskop siang, studio 3. Di barisan depan rasanya gue ngeliat orang mirip banget sama elo,” kata Adi cuek.
“Masa? Salah orang kali,” kata Sam. Jantungnya mulai berdebar-debar. Gawat! Berarti tadi siang benar-benar Adi.
“Nggak, ah. Soalnya ada Denis di sebelah elo. Hampir aja gue kepergok sama elo. Kan elo sempet nengok-nengok ke belakang,” kata Adi tersenyum sinis.
“Aaa... itu... itu...” kata Sam gugup tidak tahu harus bicara apa. Ia tidak bisa mengelak lebih jauh. Sudah terlanjur ketahuan.
“Terserah elo, sih. Bukan urusan gue memang. Tapi kita kan udah main sandiwara nggak jelas kemaren. Jadi, paling nggak, kalo mau janjian sama Denis bilang-bilang dulu, dong. Jangan ngumpet-ngumpet begitu. Kan gue jadi kayak orang b**o, nggak tahu apa-apa,” umpat Adi kesal.
“Sori, deh, Di. Gue nggak maksud untuk ngebego-begoin elo,” kata Sam menyesal.
“Yah, pokoknya gue ngerasa b**o. Lo bilang apa ke Denis? Kita udah putus?” tanya Adi tak sabaran.
“Enggak. Denis tahunya kita masih pacaran,” kata Sam.
“Oke. I’m out,” kata Adi mengangkat tangan menyerah.
“Ya, jangan gitu dong, Di. Ntar muka gue mau taro di mana kalo ketemu Denis?” kata Sam memelas.
“Taro aja di ember. Elo sendiri yang mau main api, kok gue jadi keseret-seret? Denis tuh udah punya pacar. Dia juga tau kalo ceritanya elo punya pacar. Kok masih berani ngedeketin elo? Jujur, gue ragu sama niat tuh cowok. Lo mending nggak usah deket-deket. Percaya, deh. Ini insting cowok,” dengus Adi marah.
“Ya, Di. Makanya elo bantu gue,” kata Sam memelas.
“Nggak mau. Lo sendiri berbuat seenaknya,” bentak Adi.
“Adi baiiik deh,” kata Sam memelas.
“Bilang aja kita putus. Gampang kan?” dengus Adi.
“Ya, Di...”
“Bodo,” kata Adi sambil membanting pintu kamar.
Sejak hari itu, Adi dan Sam hampir tidak pernah berbicara satu sama lain. Sam sibuk dengan urusan pekerjaannya, Adi luntang lantung di rumah, melakukan apa saja yang bisa dilakukannya. Mood Adi untuk menulis novel hilang sama sekali. Ia sama sekali tidak bisa menulis. Sam juga akhir-akhir ini sedang ketiban banyak proyek. Hampir setiap hari ia seperti mayat hidup bekerja di kantor. Beberapa kali sms Denis masuk dan menghibur hatinya. Sedikit banyak Samantha berharap kalau hubungannya dengan Denis akan membaik kembali.
*********
Bantu MASUKIN KE LIBRARY untuk karya Author berjudul MY SEXY IT GUY (ENGLISH) dan ROMANCE OF LIGHT & NIGHT: ACROSS TWO WORLDS. Author butuh minimal 500 koleksi untuk lomba. Mohon dibantu ya. Makasih. MY SEXY IT GUY (Indo) sudah ada yaaa....