Yoga mengamat-amati rumah yang ada di depannya. Rumah itu berpagar tinggi. Jadi inilah rumah tempat kakak iparnya dulu tinggal. Seperti apakah keluarga yang ditinggalkan kakak iparnya? Yoga ingin tahu. Benar-benar ingin tahu. Tapi, bagaimana caranya memperkenalkan diri? Tidak mungkin kan, kalau dengan senyum cerah ia berkata, “Hai, kenalin. Saya Yoga, adik ipar Johan, mantan suami Ibu.” Bisa-bisa ia langsung ditimpuk sayuran busuk kalau berani senekad itu. Kakaknya Monica, betul-betul menjengkelkan. Untuk apa ia menyuruhnya menyampaikan berita itu secara tatap muka? Kan, lebih mudah kalau kirim surat, email, atau telepon. Sampaikan saja pesannya secara langsung, singkat, padat, jelas. Tidak usah menyuruh-nyuruh dirinya seperti ini. Akibatnya, seperti orang kurang kerjaan, ia be

