Chapter 47: Patah Hati

721 Words

            Sam menangis sejadi-jadinya begitu sampai di parkiran mobil. Ia mengendarai mobilnya dengan kasar, dan langsung menuju rumah.             Adi baru saja masuk rumah ketika ia mendengar bunyi mobil kijang tua milik Sam datang mendekat. Ia sedang membuka sms dari Fifi. Hari ini Fifi menginap lagi di rumah saudaranya. Setelah menghapus pesan, Adi menoleh dan mendapati Sam turun dari mobil dengan wajah basah karena air mata.             “Sam? Elo kenapa?” tanya Adi perlahan.             Sam langsung menghambur ke dalam pelukan Adi dan menangis sejadi-jadinya di d**a bidang pria itu. Adi yang tidak mengerti memeluk Sam dan menepuk-nepuknya dengan lembut.             “Ada apa Sam?” bisik Adi lirih.             Dalam tangis, Sam berusaha menjawab. “Denis... nggak pernah suka sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD