Chapter 44: Kecemburuan Denis

437 Words

            “Lo masih jalan sama dia?” tanya Denis masam.             “He-eh. Tumben datang. Ada apa Den?” tanya Sam sok cuek.             “Nggak, gue cuma mau bawain bunga,” kata Denis menyodorkan bunga yang dibawanya.             Sam menerimanya dengan senang. Ia mencium buket bunga itu dengan sumringah. “Thanks, Den. Lo baik banget.”             “Tadinya gue mau ngajak lo keluar, tapi mood gue udah hilang,” sahut Denis jengkel.             “Lho, kenapa? Kalau mau jalan bisa aja, sih. Gue lagi kosong,” sahut Sam buru-buru.             “Nggak, ah. Gue nggak mau. Ntar kita malah jalan bertiga bareng cowok lo,” dengus Denis.             “Adi? Oh, Adi pengertian banget, kok,” balas Sam.             “Iya, dia emang ngerti elo. Luar dalem,” sahut Denis sinis.             “Maksud lo?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD