bc

Suami Kontrak : Terjerat Cinta Sang Musuh

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
revenge
dark
contract marriage
HE
mafia
seductive
like
intro-logo
Blurb

"Bagaimana jika pria yang memelukmu erat setiap malam adalah musuh yang harus kau bunuh?"Penyamaran yang dilakukan lewat pernikahan kontrak yang dilakukan oleh dua penguasa yang saling bermusuhan, menumbuhkan perasaan yang seharusnya tidak ada dia antara mereka.Di siang hari, Sigi hanyalah seorang anak magang IT berkacamata yang kikuk, sedangkan Eirik Vance adalah pewaris miliarder manja yang serba merepotkan. Mereka berunteraksi dan melindungi seakan lawan jenisnya lemah padahal tanpa disadari jati diri mereka musuh bebuyutan.Bagaimana kelanjutan kisah mereka andai tau jati diri masing-masing?

chap-preview
Free preview
Penyamaran Viper
Lampu peringatan berwarna merah darah berkedip di sudut layarnya: Penyusupan terdeteksi di Pelabuhan Sektor Empat. "Siapa b******n ini?" bisik Sigrid pelan dengan suara yang mampu membuat bulu kuduk berdiri. Sektor Empat adalah pintu masuk logistik rahasia milik Sindikat Viper, organisasi mafia terbesar di Oomera yang ia pimpin. Jari-jemarinya bergerak cepat meluncurkan protokol pertahanan militer. Namun, sebelum ia berhasil meretas balik perangkat si penyerang, koneksi tersebut diputus secara sepihak, menyisakan sebuah logo besi berwarna abu-abu di layar. "The Iron..." gumam Sigrid, matanya menyempit. "Sindikat asing dari Utara. Berani sekali mereka menyusup ke wilayahku." Sigrid Victory mulai bertanya-tanya dalam benaknya, menebak-nebak tujuan sindikat asing itu mengganggu wilayah Oomera. Ia memutar-mutar pensil di tangannya di dalam ruang kantor unit siber di Vertex Corp, perusahaan IT di Oomera. "Sigi! Berapa kali harus aku ingatkan?!" Ronald, kepala supervisor IT, berteriak memecah kesunyian ruangan. "Laporan enkripsi jaringan divisi keuangan harusnya sudah ada di mejaku sebelum makan siang! Kau sengaja membuatku terlihat bodoh di depan direktur?!" Beberapa staff langsung berhenti mengetik, menoleh, dan menahan senyum geli melihat pemandangan tersebut. "M-maaf, Pak Ronald," cicit Sigrid Victory alias Sigi. Dengan gerakan canggung, ia membetulkan kacamata tebalnya yang jatuh ke ujung hidungnya. "Server-nya lag karena lalu lintas data pelabuhan sangat padat pagi ini, Pak," lanjut Sigrid dengan jari gemetar. "Saya sedang bersihkan cache dan enkripsi ulang datanya." Ronald menghempaskan setumpuk dokumen tebal ke meja Sigrid hingga cangkir tehnya bergetar dan tumpah. "Jangan memberiku alasan teknis konyol! Kalau bukan karena pamanmu memohon ke direktur HRD, sudahku tendang kau dari minggu pertama. Gadis sepertimu harusnya bekerja di ruang arsip bawah tanah, bukan di divisi siber Oomera!" "Baik, Pak. Saya selesaikan laporannya sekarang," jawab Sigrid sambil menunduk dalam-dalam, pura-pura menahan air mata. Ronald berbalik dengan langkah angkuh menuju ruangannya. Begitu pintu kaca ruangannya tertutup rapat, Sigrid perlahan mendongakkan kepala. Bahunya menegak dengan keanggunan yang dingin. Di balik lensa kusamnya, sepasang mata hijau zamrud yang tadinya redup mendadak berkilat tajam. Kalau kau tahu aku bisa menghilangkan seluruh asetmu hanya dengan sekali jentikan jari... kau pasti sudah berlutut di hadapanku, batin Sigi merutuk atasannya. Namun, Sigrid menahan diri. Identitas "Sigi si Penakut" adalah penyamaran yang sempurna untuk mengakses jaringan serat optik utama Kota Oomera. Ia mengalihkan pandangan kembali ke layar monitor. Jari-jemarinya langsung menari di atas keyboard dengan kecepatan luar biasa, mencoba mencari jalur-jalur terenkripsi lainnya. TIba- tiba, ponsel satelit rahasia di bawah lacinya bergetar. Sigrid mengambilnya, lalu berlari kecil ke toilet dengan akting raut cemas, berjalan cepat menunduk melewati rekan-rekannya. Begitu sampai di toilet, ia mengunci diri di bilik paling ujung. Ia langsung menekan tombol jawab. "Bicara, Gideon," perintah Sigrid. Nadanya berubah seratus delapan puluh derajat, dingin, berat, dan penuh kuasa. "Viper, kita menghadapi situasi darurat," ujar Gideon, tangan kanannya, dari balik telepon terenkripsi. "Otoritas Pajak Oomera dan Intelijen Federal sedang menggelar audit investigasi aset skala besar di kota ini." "Apa masalah utamanya?" tanya Sigrid singkat. "Semua aset utama organisasi terhubung langsung atas namamu sebagai ahli waris keluarga Victory," jelas Gideon tegang. "Jika penyidik tahu seorang staf magang IT bergaji kecil memiliki aliran dana miliaran dolar di bank lepas pantai, penyamaranmu akan hancur." Sigrid mengepalkan tangan di tepi wastafel hingga jarinya memutih. "Lalu apa solusinya?" "Kau harus menstabilkan profil sosial secepat mungkin dengan tameng domestik yang sah," jawab Gideon. "Jika kau menikah secara legal dengan profesional asing berprofil bersih, sistem audit akan otomatis mengkategorikan arus kasmu sebagai penggabungan aset rumah tangga ekspatriat. Itu celah hukum yang aman untuk tiga tahun ke depan." "Kau mau aku menikah?" Sigrid tertawa hambar. "Dengan siapa? Pria biasa yang akan pingsan ketakutan begitu melihatku memegang pisau?" "Kita butuh orang asing yang tidak tahu sejarah nama 'Victory' di kota ini," lanjut Gideon. "Aku sudah menyaring beberapa kandidat ekspatriat baru. Salah satunya eksekutif teknologi asing yang baru pindah ke distrik pusat." Sigrid memejamkan mata, menahan rasa geram. Di satu sisi, musuh berlogo The Iron mencoba merebut pelabuhannya, di sisi lain pemerintah mulai mengincarnya. "Kirim dokumen profil mereka ke server pribadiku malam ini," perintah Sigrid dingin. "Aku sendiri yang akan memilih pria mana yang akan kujadikan pion dalam pernikahan konyol ini." "Baik, Viper. Data segera dikirim." Sigrid mematikan sambungan, memeriksa kembali raut wajahnya di depan cermin, dan membetulkan letak kacamatanya. Sosok Sigi yang rapuh dan lugu kini kembali memantul di kaca. "Pernikahan, ya?" bisik Sigrid pada bayangannya sendiri, diiringi senyum penuh ancaman. "Mari kita lihat seberapa lama pria asing itu bisa bertahan hidup seatap dengan ular berbisa sebelum dia sadar hidupnya sudah tergadaikan.”

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
2.1M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
854.7K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.1M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
392.4K
bc

Not just, the Beta

read
365.7K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook