Arsylla POV Aku tersenyum sembari melepas pelukan Mas Aksa. Setelah subuh, kami tertidur sejenak sambil mengenang hari-hari indah kemarin. Memang seminggu kemarin hingga detik ini, semua terasa seperti di atas pelangi. Hanya ada warna yang indah dan berseri. Tak ada lagi tangisan, gundah, dan air mata. Seperti saat awal kami saling mengenal yang masih buram, kini semua menjadi jernih dan jelas. Kakiku menapak lantai rumah dinas Mas Aksa. Menyadarkanku bahwa semua ini bukan khayalan atau mimpi semata. Aku memang telah bersuamikan Mas Aksa sejak seminggu yang lalu. Berulangkali aku harus meyakinkan diri sendiri bahwa jiwa dan raga ini telah jadi miliknya. Milik seseorang yang tak pernah kusangka akan membawa hubungan ini ke pelaminan. Kutatap lagi foto besar di dind

