Tiga Puluh

2796 Words

            Gadis cantik berlesung pipi itu tampak cemas. Berulangkali ia meremas tangan mungilnya sendiri. Sendirian saja di kamar besar penuh bunga wangi kesukaannya itu. Kekasihnya tahu bahwa ia sangat suka dengan bunga pengantin, melati wangi nan suci. Gadis bernama Arsylla Bulan Purnamaria itu sedang cemas menanti menit demi menit Aksa mengubah statusnya. Setelah melalui badai besar yang mengguncang hidupnya itu, kini mereka telah sampai di pelangi terindah. Sebuah pernikahan impian.             Pertama bagi Sylla, kedua bagi Aksa. Namun, rasa yang mereka dapat tetaplah sama. Tegang, kalut, cemas menjadi satu. Rasa demi rasa itu menghampiri benak Aksa dari menit hingga menit. Berulangkali ia menoleh ke arah kamar pengantin rumah besarnya tempat Arsylla sedang menunggu. Tentu untuk di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD