Tepat tengah malam, kedua mata dia terbuka. Dia menatap kanan dan kirinya. Ada Lina disebelah kanannya sedang tertidur pulas dalam pelukannya. Dia menyingkirkan tangan Lina yang melingkar di pinggangnya. Lalu berjalan kearah kamar mandi mematut dirinya di depan cermin. Wajah itu sedikit berkerut saat melihat bayangannya didepan cermin. "Ka-kamu siapa?." Tanyanya pada bayangan didepannya itu. Bayangan itu tersenyum miring menatap dirinya. "Gue itu Lo!." Jawab pantulan cermin itu. "Fernan! Nan!." Panggilnya. Tak lama sebuah bayangan kembali muncul. Dia membulatkan matanya kaget. "Di-dia siapa Nan?." Tanya Anta pada Fernan. "Dia Alter Lo selain gue. Gue ngak tau kapan dia ada Ta. Gue ngak tau, dia ngak pernah kerasa." Jawab Fernan. Bayangan yang lainnya menatap sinis kearah Anta. "A

