Melanie masih diam terpaku di depan pintu melihat sosok yang berdiri tegap di depannya. "Kak Dennis!" desisnya. Meski sulit mulutnya berucap tapi sapaan itu akhirnya keluar juga. Dennis memandangnya tajam, dari belakang Dennis ada seseorang yang muncul "Tante Erika!" desisnya lagi. Sekarang Melanie semakin panik, ia berpegang daun pintu untuk menopang tubuhnya agar tak roboh. "Kamu jangan senang dulu, kami membiarkan Ben menginap di rumahmu bukan berarti kami setuju dengan hubungan kalian!" seru Dennis. "Apa saja yang kamu lakukan bersama Ruben?" tanya Erika. "Kami nggak melakukan apa pun!" "Rubbish!" maki Erika sambil melayangkan sebuah tamparan ke wajah Melanie. Membuat wajahnya terlempar ke samping, Melanie memegang pipinya yang merah dan panas. Perlahan ia mengangkat wa

