Mereka Kakak Beradik

1461 Words

Melanie keluar dari kamar, ia tak melihat Ruben di sofa. Tapi ia mendengar bunyi di dapur, bunyi yang berasal dari sendok yang jatuh. Ia pun menghampiri ke sana. Dilihatnya Ben baru saja mengambil sendok dari lantai lalu menaruhnya ke wastafel. "Kamu sedang apa?" tanya Melanie. Ben menoleh, "Aku ... aku lagi bikin teh!" "Membuat teh?" heran Melanie, ia mendekat. "Seenggaknya aku bisa membedakan gula dan garam!" sambungnya, ia memberikan secangkir teh manis hangat kepada gadis itu. Melanie menerimanya dan meminumnya. "Ya, kamu nggak salah memasukan barang. Seharusnya kamu nggak perlu lakukan ini. Kamu kan masih sakit!" "Aku baik-baik saja. Lihatlah!" "Melanie menaruh cangkir itu di meja. "Coba kulihat lukamu!" katanya menangkup kepala Ruben dengan kedua tangannya. Ia mengama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD