..... "Ko mau ju-ga ter-nyata." Tamparan keras mendarat, Oh Asma, mulai gila. Pinggulnya bahkan mulai meliuk mengikuti gesekan dari jemari dan tepakan dari satu tangan yang lain. Asma memekik, ini bukan lagi jemari. Sesuatu yang lebih tegang, lebih kuat, lebih jantan. Mendidihkan setiap aliran dalam darahnya. Menggelegak. Menggelenyarkan setiap titik-titik erotis dalam dirinya ketika entakan Ardi semakin cepat, menerjang hingga ke sudut terdalam. Oh, Asma semakin tersesat dengan tubuh yang berayun dahsyat. Setiap lantunan gerakan menunjukkan kepemilikan bersatu dalam irama nafsu purba dan hasrat liar. Disentuh di setiap letak, diserang di setiap saraf, dibuat menjerit di setiap desakan yang dalam. Ardi bergerak kuat dan berputar, menggempur hidup Asma, bersatu padu pada gelombang hasr

