"Ada yang lagi seneng nih, kayaknya.” Tian, Project Engineer yang tak tahu aturan dan juga tak tahu diri, muncul dari balik pintu ganda ruang kerja Janatra dan menjatuhkan tubuhnya di seberang meja sang manager tanpa izin. Janatra yang hari ini memang tengah berbunga-bunga, tak ambil pusing dengan celetuk tak penting Christian maupun tingkah tak sopan laki-laki itu yang jelas menyalahi aturan perusahaan. Alih-alih marah, senyum yang sedari pagi bertengger di bibir Janatra melebar. "Elo habis diapain sama Rere sampe bisa jadi sinting begini?” Tian yang merasa ada yang salah dengan atasan yang masih saudara sepupunya, mendekatkan diri pada meja luas yang membentang di tengah ruangan agar posisinya bisa lebih dekat dengan Janatra. Laki-laki itu menyipitkan mata, menilik ekspresi aneh Janatra

