"Mbak Revalia, silakan ikut saya. Sudah ditunggu Pak Rindra di ruangannya." Revalia menoleh saat mendengar namanya dipanggil. Dia lalu tersenyum kepada resepsionis yang sangat ramah itu, segera bangkit dari duduk mengikuti langkah perempuan itu. Perempuan itu membuka pintu untuk Revalia, mempersilakannya masuk dan menutup pintu kembali. Revalia berdiri menatap sekeliling ruangan, padangan matanya terpaku pada sosok laki-laki yang duduk di meja kerjanya. Dari pakaiannya Revalia tahu jika dia adalah lelaki yang bersamanya di lift tadi. Bola mata bulatnya bergulir ke atas, mengeja jarak demi jarak di setiap permukaan tubuh sang Project Manager. Sepasang netra Revalia membelalak. Melotot. Mengenali siapa gerangan pemilik kemeja yang terus terang sempat membuatnya berdebar kencang. "Elo?!"

