Bab 31. Until We Met Again (2)

1028 Words

Hari sudah beranjak sore, tetapi Janatra masih betah memandang ufuk Barat Jakarta yang mulai memerah. Pencakar-pencakar langit berdiri kokoh sebagian menghalangi pendaran cahayanya hingga membiaskan warna jingga. Map dokumen yang tadi dia biarkan tergeletak di meja beralih ke tangannya. Dia kembali membolak-balik lembaran demi lembaran kertas yang ada di dalamnya. Seulas senyum tipis tersungging di bibirnya. Bukan kebetulan, entah ini karma atau semesta memang mendukung. Janatra tak menyangka sebenarnya bisa bertemu kembali kembali dengan si rambut emas, yang warnanya sudah kembali  sehitam jelaga dan sudah tak bertindik lagi, kilauan sebutir permata sudah tak ada lagi di hidung mungilnya. Melihat Revalia tampak resah di lift, merasakan amarah tertahan perempuan itu, menyadari kekakuan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD