Bab 32. Until We Met Again (3)

1177 Words

Revalia mematut diri sambil melihat pantulan diri di depan cermin. Rambutnya diikat tinggi bak ekor kuda, kostum futsal sudah melekat erat di tubuhnya. Tidak lupa softlens pengganti kacamata. Sore ini dia janji untuk bermain futsal dengan teman klub yang telah cukup lama dia tinggalkan karena kesibukan kampus dan keterpurukannya karena masa lalu yang masih membekas. Sekitar seminggu lagi, Revalia akan berangkat ke pedalaman Nusa Tenggara Timur. Dia rasa tidak ada salahnya jika Menyempatkan berolahraga yang sebelumnya selalu dia geluti itu, selain anggar tentu. "Re, kamu sudah siap? Mami tunggu di bawah." Maya mengetuk pintu kamar Revalia. "Iya, Mi. Ini udah hampir selesai." Revalia menyambar tas olahraga yang telah dia isi dengan perlengkapan ganti, bergegas menyusul Maya ke lantai sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD