.... "Apa? Nikah?" Teriak Janatra dan Revalia bersamaan, di hari dan jam yang sama, di tempat yang sama pula ketika keduanya sama-sama diberi kabar kalau mereka akan dijodohkan. Keduanya memalingkan wajah yang bersemu merah. Ya ampun, mereka masih mengantre ruang ganti, kenapa juga para orang tua itu tidak menunggu Revalia dan Janatra tiba di rumah dulu? Kenapa juga topik yang disampaikan harus sama? Bisik-bisik pengunjung lain membuat keduanya semakin jengah. Revalia sontak menyampirkan tas yang dia biarkan tergeletak di lantai, menyeret langkah, menjauh dari kerumunan. "Pi, Rere bahkan baru saja mendapatkan pekerjaan." Revalia mendesah kecewa. "Umur Rere masih dua empat, saya masih ingin sendiri dan berkarir. "Nikah muda itu enggak masalah 'kan? Lagian semua yang baik-baik gini seba

