16-Bukan Pilihanmu

1758 Words

Gadis dengan rambut diikat kuda itu menatap komputer sambil setengah melamun. Dia ingat saat Andreas mengikutinya berjalan hingga ke jalan raya lalu lelaki itu menemaninya menunggu taksi. Meggly heran mengapa Andreas melakukan itu, harusnya lelaki itu pergi saja daripada menemaninya. Setelah Meggly mendapat taksi, Andreas kembali untuk mengambil mobil. Lelaki itu juga sempat berpesan akan menjemput saat pulang kantor nanti. Lo cemburu, ya? Tiba-tiba petanyaan Andreas menyeruak di pikiran Meggly. Seketika gadis itu menegakkan tubuh. Apa benar dia cemburu, tapi karena apa? Jelas karena cinta. Pemikiran itu membuat Meggly kalang kabut. Dia menepuk kedua sisi kepala, tidak mungkin dia jatuh cinta secepat itu ke Andreas. “Kenapa lo mukul-mukul kepala lo?” Sontak Meggly menghentikan kegi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD