BAB 17 - sebuah tawaran

2228 Words

“Ayoo, Man. Aku cuma ingin membuatnya tertawa, supaya dia nggak nangis terus,” ujar Abisatya sambil menatap ke sebuah tempat yang kosong, membuat Rhea jadi penasaran, sementara sosok yang menyerupai Abiwara itu hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum manis, sepertinya mengerti apa maksud saudara kembarnya. “Kak Satya, lagi ngomong sama siapa? Sama Mas Abi?” tanyanya heran. Laki-laki itu pun mengangguk sambil menunjuk ke sosok yang menyerupai Abiwara yang berdiri agak jauh dari mereka. Kedua bola mata perempuan itu tampak berkilat sempurna, ingin rasanya dia bertemu kembali dengan Abiwara dan melepas rindu dengan almarhum suaminya itu. Namun, apa yang menjadi keinginannya tidak akan mudah terkabul, karena mata batinnya telah ditutup kembali oleh Lara seperti permintaannya. Karena memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD