BAB 18 - pada sebuah dilemma

2405 Words

[“Bagaimana, Rhe? Kamu mau menerima tawaranku ini?”] desak Adham penuh harap. Laki-laki itu sangat berharap Rhea mau menerima tawarannya. Namun, lagi-lagi perempuan itu berpikir ulang, mengingat apa yang telah dilakukan oleh laki-laki ini. “Kak Adham, biar aku pikir-pikir dulu, ya. Soalnya kemarin Kak Randy, kakakku juga nawarin tukang yang biasa garap rumah kami, jadi aku coba ngobrol dulu sama kakakku, ya. Nanti aku hubungi Kak Adham. Okay?” Randy yang masih duduk di ruang keluarga itu merasa heran saat Rhea menyebut namanya, kening laki-laki itu mengerut ke tengah sambil menoleh ke sang istri yang cuma bisa mengendikkan bahunya ke atas dan menggeleng dengan ekspresi wajahnya yang sama-sama bingung. [“Baiklah, kalau gitu aku tunggu, ya. Kalau bisa secepatnya, ya.”] Rhea tidak suka di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD