Mengikuti meeting selama kurang lebih satu jam dengan hanya duduk dan berdiam diri mendengarkan permintaan klien, sebenarnya cukup membosankan bagi Abisatya. Kalau disuruh memilih antara meeting dan masak di dapur, laki-laki pasti akan langsung memilih untuk masak makanan di dapur, karena di sana dia bisa bereksplorasi berbagai macam menu makanan yang bisa dibuatnya hingga berjam-jam. Tapi lagi-lagi, Abisatya harus bisa bersabar dan menahan ego-nya untuk tidak segera angkat kaki dari ruang meeting tersebut. Untung saja ruangan itu dingin, kalau tidak rasa panas yang dirasa sejak tadi di dalam tubuh, pasti masih akan terasa panas. “Jadi fix, ya! Untuk makanan yang disajikan selain makanan nusantara, yang menunya sudah ditentukan tadi, nanti juga ada beberapa sajian makanan Jepang,” ujar

