Pemikiran Bumil

1138 Words

Beberapa bulan kemudian Setelah beberapa bulan menempati rumah baru, hari ini kami mengadakan syukuran. Ide ini datang dari Mama, yang ingin menyelenggarakan syukuran rumah sekaligus merayakan empat bulan kehamilanku. Acara ini adalah wujud rasa syukur kami atas berkah yang telah kami terima. “Bumil … gemes, deh, baby bump-nya,” ujar Rita sambil mengelus lembut perutku. “Rindu, loh,” sambungnya. Aku memeluk Rita, sudah lama kami tidak bertemu. Bebebapa kali mencoba mengatur janji temu, tapi belum kesampaian. “Makan, Ta,” tawarku pada Rita. “Siap, aman.” Rita menelisik seisi ruangan. “Mana, Bu Alya, yang terhormat?” “Mama lagi di halaman belakang.” Rita menoleh ke arah halaman belakang. “Wow, ada pacarnya Dimas. Dengar-dengar tahun ini mereka mau nikah?” Aku mengangguk, dan Rita jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD