Sapaan Tak Terduga

1140 Words

“Wow … wow … tatapannya tolong dikondisikan, Pak.” “Ada apa dengan tatapan saya? Kamu tergoda?” Aku mencubit dadanya hingga dia meringis kesakitan atau malah keenakan, eh. “Sayang, kamu kelihatan lelah, mau Kakak pijat?” Aku memicingkan mataku padanya. Saat ini, kami masih berdiri dan aku berada di dalam pelukannya. “Pijat, Sayang, pijat, mikir apa, sih?” Entah kenapa otakku selalu traveling kemana-mana setiap di dekat Kak Damar. Cup. “Kamu mikir ini?” Cup. “Stop, inikah tujuan babymoon? Kenapa berbeda dengan yang Dokter Anggia sampaikan, ya.” Kak Damar terkekeh, lalu menangkup kedua pipiku. “Take your time, Sayang, ini liburan untuk kamu setelah beberapa bulan sibuk dengan kegiatan di butik, mengurus rumah, dan merawat suami tampan kamu ini.” “Setampan itukah suamiku? Coba li

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD