Mencurigakan

1092 Words

Mau lanjut ngobrol dengan baby, yang Kak Damar maksud berbeda dengan kebiasaan yang dia lakukan. Kali ini lebih kepada menjenguk baby, paham ‘kan? Tidurku terusik saat merasakan kecupan berkali-kali pada pundak polosku hingga aku merasa geli. “Hm, Kak, geli.” “Pagi, Sayang, katanya mau lihat sunrise. Dari kamar kelihatan, tapi salah satu staf hotel ada yang menyarankan satu tempat di lantai teratas, mau?” Aku mengangguk dalam pelukan Kak Damar. “Kak.” “Hm?” “Peluk.” Bukan permintaan sulit, Kak Damar langsung memutar tubuhku menghadapnya dan membawa aku ke dalam dekapannya.” “Mau lanjut tidur lagi?” “Nggak, mau peluk begini sebentar.” “Kakak kasih bonus, deh, biar agak lamaan pelukannya.” Aku menggigit d**a polosnya gemas. “Sayang!” “Hm, enak,” gurauku. “Seenak itu? Atau mau yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD