Ali memperhatikan Sarah yang makan dengan lahap, sambil tersenyum simpul. Hanya dengan melihat Sarah saja, ia sudah merasa kenyang. Pagi ini mereka sarapan di The Lacky Cafe, cafe favorit mereka. Ali menghela napas pelan. Dirinya masih merasa bersalah, karena tadi sempat membuat istrinya tersingkirkan. "Dek, sekali lagi kak Ali minta maaf ya?" Sarah mendongak dengan mulut penuh makanan. "Awa?" Sarah kesulitan berbicara. Ali tersenyum geli, "dikunyah dulu makanannya," ujar Ali. Ia mengambil tisu di meja dan mengulurkan tangannya, mengusap pipi Sarah yang belepotan kuah sup. Sarah mengunyah makanannya dengan cepat dan buru-buru menelannya. "Apa?" Sarah bertanya cengengesan. "Kak Ali minta maaf untuk tadi pagi." Sarah pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Ali, "yang mana?" "Fari.

