27. Setia

1714 Words

"Demon! Berengsek lo, b*****t!" Sarah memukul dan menendang perut Demon. Ia marah dan kesal karena sahabatnya itu telah membuatnya kalang kabut dengan tiba-tiba saja pergi tanpa pamit secara langsung padanya. Bugh! "Rasakan ini!" Dugh! Sarah menendang rahang Demon. "Mampus, lo! Lo, udah khianatin persahabatan kita!" Sarah kalap, kali ini ia sudah siap pasang kuda-kuda untuk melumpuhkan Demon. "Dek Sarah, sudah... aduh!" Sarah tertegun. Kenapa Demon ikut-ikutan kak Ali dengan memanggilnya 'Dek Sarah'? Hahaha, nggak akan mempan! Dia pikir dengan memanggilnya Dek Sarah, bisa membuat amarahnya surut? Tidak sama sekali! Sarah justru semakin kalap untuk membuat Demon babak belur. "Dasar pengkhianat!" Bagh! Bugh! Dugh? Krak!! "Aaarrghhh... Dek Saraaaaahhh....!!" Sarah tertegun. Yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD