"Kok bisa, sih, neracanya gak balance begini?" ucap Reyhan saat mengutak-atik laporan keuangan yang tadi sore dikirim Kayla kepadanya. Hampir dua jam, Reyhan berada di depan laptop dan berkutat dengan angka-angka. Sedangkan kopi buatan Alya belum sedikitpun dia sentuh. Berkali-kali Reyhan meneliti laporan itu, tetapi tetap saja tidak balance. Lelaki itu menyunggar kepalanya dengan kasar. "Pasti ada yang gak beres di bagian keuangan," batinnya kesal. Beberapa waktu terakhir ini memang Reyhan jarang mengecek ke departemen keuangan. Lelaki itu sudah sangat percaya dengan orang-orang yang dia tempatkan di sana. Lagipula, Kayla selalu memberikan laporan tentang kinerja mereka. "Besok pagi harus segera aku selesaikan ini," ucap Reyhan sembari meraih cangkir kopi buatan Alya yang pasti sudah di

