*Davino POV* Pagi ini aku sudah tak bisa lagi untuk menutup mata. Padahal ini masih jam empat pagi. Matahari saja baru keluar nanti saat pukul enam. Mungkin karena kemarin aku tidur terlalu cepat, jadi mataku sulit untuk terpejam kembali. Aku mengamati pemandangan langit dari jendela kamarku. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk kembali overthinking. Temanya adalah memikirkan Lian. Aku tidak mengerti harus bagaimana bersikap di depan Lian. Aku menghela nafas kasar. Apa yang aku pikirkan kemarin hingga bisa mencium Lian?! Bukan tak mungkin aku bisa melakukan hal yang lebih pada Lian, kan?! Apa Lian akan aman bersama aku?! Kujambak rambut ikalku untuk menghilangkan sakit kepala yang tiba-tiba mendera. Argh! Bodoh! Kutatap langit-langit kamarku dengan perasaan campur aduk. Mungkin aku bis

