Tiga Belas

1208 Words

*Davino POV* Aku memacu mobilku ke kawasan wisata di Chicago. Aku ingin mengajaknya berkeliling mumpung belum terlalu sore. Masih jam dua siang. Aku merasa tidak enak sebenarnya, hatiku terus gelisah meninggalkannya di kafe kampus, tapi aku juga tidak mungkin membuatnya menunggu di dalam gedung. Seharusnya aku meninggalkannya di kondominium saja tadi. "Maafin Kakak, ya. tadi kamu pasti bosen nunggu Kakak kan?" "Gak kok, Kak. Aku menikmati suasana baru. Oh, iya.. Apa aku kuliah disini aja ya, Kak? Aku kayaknya betah sama suasananya." "Gak, Li. Kamu bolehnya di New york. Kakak gak mau kamu disini sendirian." "Lian udah gede tau, kak. Tadi Kakak tinggal juga Lian gak kenapa-napa." Aku hanya menghembuskan nafas kasar. Malas sekali aku berdebat dengan gadis menggemaskan ini. Aku hanya mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD